Hukum Archimedes

Hukum Archimedes memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Berikut ini pengertian Hukum Archimedes beserta sejarah dan penerapannya.

Pengertian Hukum Archimedes

Hukum Archimedes adalah sebuah hukum yang menjelaskan bahwa setiap benda yang sebagian atau seluruhnya terendam sebagian kedalam zat cair memiliki gaya dorong keatas pada benda tersebut atau dikenal dengan gaya apung. Besar gaya dorong yang dihasilkan sama dengan berat zat cair atau zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut.

Sejarah Hukum Archimedes

Sejarah hukum Archimedes berasal dari nama seorang ilmuwan dan filsuf asal Italia yang bernama Archimedes. Awalnya seorang raja meminta Archimedes untuk mengetahui apakah sebuah mahkota yang dimiliki olehnya memiliki logam mulia yang asli atau tidak tanpa merusak mahkota tersebut. Archimedes pun mencoba untuk mencari caranya, sampai akhirnya ia menemukan jawabannya ketika ia sedang mandi. Ia melihat sebuah proses dimana air mengalir keluar ketika tubuh masuk kedalam air. Gagasan inilah yang akhirnya dikenal dengan Hukum Archimedes. Hukum Archimedes berbunyi “Sebuah benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut.”

Ketika sebuah benda dicelupkan kedalam  zat cair ada 3 hal yang kemungkinan terjadi, yaitu benda tenggelam, benda melayang, dan benda terapung.

1. Benda Tenggelam

Benda tenggelam adalah dimana posisi benda selalu berada dibawah tempat zat cair berada.

W = gaya berat benda
Fa = gaya archimedes
N = gaya normal bidang
Dalam keadaan seimbang maka W = N + Fa sehingga :
W > Fa
m . g > ρZC . Vb . g
ρb . Vb . g > ρZC . Vb . g
ρb > ρZC
ρb = massa jenis benda
ρZC = massa jenis zat cair

2. Benda Melayang

Benda melayang adalah dimana posisi benda berada dibawah permukaan zat cair dan diatas dasar tempat zat cair berada.

Pada keadaan benda melayang terdapat dua gaya yaitu: Fa dan W. Dalam keadaan seimbang maka W = Fa
ρb . Vb . g = ρZC . Vb . g
ρb = ρZC

3. Benda Terapung

Benda terapung adalah dimana posisi benda berada dipermukaan zat cair dan sebagian lainnya terendam dalam zat cair.

Pada keadaan benda terapung terdapat dua gaya yaitu :Fa dan W. Dalam keadaan seimbang maka :

W = Fa

Ph. Vb. g.= pZC. V2.g

Pb. Vb = Pzc – V₂

karena Vb> V2 maka: pь<pZC

Penerapan Hukum Archimedes

Berikut ini penerapan hukum archimedes dalam kehidupan sehari hari.

1. Berenang

Penerapan Hukum Archimedes berlaku saat berenang. Hal ini dikarenakan saat berenang kita dipengaruhi oleh gaya ke atas atau lebih dikenal dengan gaya apung. Perenang dapat mengapung dipermukaan air karena tekanan diatas perenang lebih besar daripada dibawah. Hal ini disebabkan massa jenis air lebih besar daripada massa jenis udara.

2. Kapal

Penerapan Hukum Archimedes juga berlaku ketika membangun sebuah kapal. Penerapan archimedes pada kapal laut mengikuti prinsip hukum Archimedes dimana sebagian besar kapal terdapat rongga didalamnya untuk menjaga kepadatannya agar lebih rendah dari air. Hal inilah yang menyebabkan berat kapal menjadi lebih kecil dan dapat mengapung di permukaan air.

Itulah beberapa pengertian Hukum Archimedes beserta sejarah dan pengertiannya. Bagi kamu yang tertarik untuk belajar lebih untuk persiapan ujian, kamu bisa mengikuti berbagai kompetisi sains GRATIS dengan join Member POSI ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

POSI will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.